Gedung Baru FEBI UIN Ar-Raniry Berkapasitas 3.500 Mahasiswa

Gedung Baru FEBI UIN Ar-Raniry Berkapasitas 3.500 Mahasiswa

Gedung Baru FEBI UIN Ar-Raniry Berkapasitas 3.500 Mahasiswa

Gedung Baru FEBI UIN Ar-Raniry Berkapasitas 3.500 Mahasiswa
Gedung Baru FEBI UIN Ar-Raniry Berkapasitas 3.500 Mahasiswa

UIN Ar Raniry tahun ini akan membangun gedung baru untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Pembangunan gedung segera dimulai ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di kampus UIN Ar-Raniry Aceh, Rabu 26 April 2017.

Kasubag Perencanaan UIN Ar Raniry, Yasir Arafat mengatakan, gedung yang akan dibangun di atas lahan sekitar 4.000 meterpersegi dengan luas bangunan 3.500 meter persegi ini akan dapat menampung 3.500 mahasiswa. Gedung tersebut ditargetkan selesai tahun ini juga.

Dikatakan Yasir, gedung yang dibangun dengan skema pembiayaan melalui

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp23 miliar ini terdiri dari 3 lantai. Nantinya, gedung ini akan digunakan untuk ruang kedekanan dan perkantoran, serta 27 ruang kelas. Selain itu, gedung juga dilengkapi dengan fasilitas ruang rapat, ruang pertemuan dengan konsep teater yang menampung 100 orang, serta labotarium mini banking.

Sebelumnya, Rektor UIN Ar-Raniry Farid Wajdi mengatakan, berdirinya FEBI merespon harapan dan keinginan masyarakat. Selain FEBI, UIN rencananya juga akan membuka Fakuktas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Pisikologi.

“Harapannya, ini dapat memenuhi program studi baru dalam pengembangan pendidikan agar mahasiswa dapat memilih minat bakat pendidikannya di UIN An Raniry,” terang Farid Wajdi Ibrahim.

Menag Lukman mengapresiasi perkembangan pendidikan di UIN Ar Raniry.

Menurutnya, berdirinya gedung-gedung baru menunjukan bahwa civitas akademika mampu melakukan pengembangan sehingga nilai kemanfaatan UIN An Raniry Aceh semakin bisa dirasakan masyarakat luas.

Untuk itu, Menag berpesan agar pengembangan yang dilakukan, dapat dikelola dengan baik.

Di hadapan Sekda Aceh Darmawan, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan

Islam Nizar Ali, Wakil Rektor II (Ketua Pembangunan), serta para dekan dan civitas akademik, Menag meminta pengembangan PTKIN diorientasikan untuk menjadi perguruan tinggi berskala Internasional.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-demokrasi/