KOMPAK Minta PPDB Online Zonasi SMAN di Jatim Ditunda

KOMPAK Minta PPDB Online Zonasi SMAN di Jatim Ditunda

KOMPAK Minta PPDB Online Zonasi SMAN di Jatim Ditunda

KOMPAK Minta PPDB Online Zonasi SMAN di Jatim Ditunda
KOMPAK Minta PPDB Online Zonasi SMAN di Jatim Ditunda

Koordinator KOMPAK Surabaya, Jospan saat aksi bersama warga menolak

PPDB Zonasi berbasis jarak rumah, di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Genteng Kali, Surabaya, (15/4/2019).

Surabaya (beritajatim.com) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 2019/2020 di Provinsi Jawa Timur untuk jalur zonasi berbasis jarak rumah (50% dari pagu sekolah) dan Nilai Ujian Nasional (20% dari pagu sekolah) yang menggunakan sistem online (daring) telah dimulai pada Senin (17/6/2019) dan akan berakhir Kamis (20/6/2019) pukul 24.00 WIB.

Dalam proses PPDB yang telah berlangsung selama dua hari tersebut,

Komunitas Orang Tua Peduli Pendidikan Anak (KOMPAK) Surabaya, menemukan banyak terjadi permasalah di sistem IT yang digunakan.

Koordinator KOMPAK Surabaya, Jospan mengungkapkan sistem seleksi online PPDB yang beralamat di ppdbjatim.net berkali-kali menglami kesalahan pemeringkatan, dimana anak yang mestinya lolos pemeringkatan baik berdasarkan jarak rumah, maupun nilai UN, ternyata hilang dari daftar sementara peserta didik yang diterima.

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS ternyata belum

siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis, Selasa (18/6/2019).

Dari berbagai permasalahan yang timbul tersebut, Jospan menilai, sistem PPDB berbasis seleksi jarak tempat tinggal ke sekolah belum siap diterapkan di Kota Surabaya.

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_7.jnz?portlet=Blog_7&screen=View+Post&screenType=next&&Id=5e5e7037-c643-42d7-80f4-f9afafdd43bb