Nggak Sreg Sama Kuliah Pilihan Orang Tua

Nggak Sreg Sama Kuliah Pilihan Orang Tua

Nggak Sreg Sama Kuliah Pilihan Orang Tua

Nggak Sreg Sama Kuliah Pilihan Orang Tua
Nggak Sreg Sama Kuliah Pilihan Orang Tua

Pasti diantara kamu pernah mengalami atau bahkan melihat kejadian teman kamu sendiri berbeda pandangan dengan orang tua. Terkadang orang tua selalu memaksa kamu untuk masuk fakultas pilihanya. Padahal kamu punya pilihan sendiri. Sebagai contoh, orang tua kamu memaksa agar kamu masuk fakultas hukum jika tamat SMA kelak. Di lain sisi, kamu amat menyukai bahasa inggris, dan jika kuliah akan mengambil fakultas bahasa, dengan jurusan Sastra Inggris.

Nah…gimana menurut kamu? Bingung juga kan kalau keinginan hati nggak sesuai dengan keinginan orang tua. Orang tua memang sering punya harapan tertentu sama anaknya. Tapi, seringkali harapan itu nggak sesuai sama keinginan kamu. Dalam hal masa depan kadang orang tua sering merasa lebih tahu apa yang paling baik buat sang anak, padahal itu belum tentu sesuai sama hobi dan minat si anak. Iya kan?

Untuk mengatasi masalah seperti itu, sikap kamu sebagai seorang anak juga harus Fair, apa benar pilihan kamu itu betul-betul baik buat kamu dan nggak hanya sekedar ikut-ikutan saja. Pilihan jurusan kan hanya masalah minat, tapi juga tentang prospek karir yang cerah. Orang tua pastinya nggak mau dong kalau anaknya hidup susah di masa depan nanti.

Untuk ngebuktiin jurusan mana yang paling tepat buat kamu, banyak cara yang bisa dijalani. Pertama kamu bisa ikut tes bakat. Semacam tes psikologi yang akan nunjukin ke kamu kecendrungan bakat dan kemampuan kamu ada dimana. Kedua, kamu bisa tanya sama alumni dari jurusan yang kamu tuju gimana prospek karir dan positif-negatifnya pekerjaan itu. Jangan lupa juga yaa bandingin sama alumni jurusan yang pilihan orang tua. Ingat, harus fair kan?

Kalau udah dapat keputusan yang oke, baru deh kamu kasih tahu orang tua. Jadi, setelah ngelewatin proses itu semua argumen kamu ke orang tua pasti lebih kuat. Orang tua kamu pastinya juga lebih bisa nerima kalau kamu ngasih argumen dan alasan yang tepat berdasarkan fakta dan proses yang tepat juga.

Sumber :http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Perspective/comment/view/1132/1474/54013