Pelantikan Advokat Peradi di Gran Melia Ricuh

Pelantikan Advokat Peradi di Gran Melia Ricuh

Pelantikan Advokat Peradi di Gran Melia Ricuh

Pelantikan Advokat Peradi di Gran Melia Ricuh
Pelantikan Advokat Peradi di Gran Melia Ricuh

Meski telah coba didamaikan oleh Ketua MA Harifin A Tumpa,

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) tetap memanas. Akibatnya acara pelantikan advokat Peradi di Hotel Gran Melia diwarnai keributan setelah pengacara dari KAI datang, juga minta dilantik.

 

Sekjen Peradi Hasanuddin Nasution menceritakan

Peradi semula telah membuat pengumuman acara pelantikan dan pengambilan sumpah advokat yang digelar Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan pada 22 September 2010 pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Pengumuman itu dimuat di surat kabar harian Kompas edisi hari ini.

“Lalu, ada sekelompok orang yang mengatakan akan diambil sumpah sebagai advokat. Padahal, menurut catataan registrasi hotel tidak ada penyewa lain. Tetapi mereka bilang, mereka berhak dan memaksa masuk. Keamanan hotel juga tidak bisa bisa berbuat banyak,” papar Hasanuddin kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).

Menurut dia, sekitar 20 orang itu kemudian memaksa ke ruang pelantikan.

Sedangkan advokat Peradi berkumpul di luar ruangan.

“Bahkan, mereka memaksa membuka pintu yang terkunci. Kalau saya lihat, yang di dalam itu orang-orang yang punya nama menjadi pimpinan organisasi (KAI), seperti Tommy Sihotang dan Indra Sahnun Lubis,” ujar Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan Peradi tetap mengedepankan tata krama. Ia menambahkan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Gatot Edi juga telah berada di lokasi. “Kita tidak memaksakan acara ini berlangsung. Tetapi, saya sudah minta petugas keamanan hotel agar ruangan pelantikan dikosongkan. Namun, pihak hotel belum dapat berbuat apa-apa,” kata Hasanuddin yang enggan menyebut kejadian itu sebagai kericuhan.

Anggota Dewan Kehormatan Pusat Peradi Sugeng

Teguh Santoso mengutuk aksi sekelompok orang yang mengacaukan acara Peradi. “Saya sudah mendapat laporan, mereka membuat keributan. Ibaratnya, kita sedang menggelar hajatan dan ada tamu yang tidak diundang dan mengacau, saya mengutuk tindakan mereka,” kata Sugeng yang tidak berada di TKP, namun terus mendapatkan laporan soal kejadian itu.

Anggota Peradi, Jenny, menambahkan puluhan polisi berjaga-jaga di lobi dan ruangan di Hotel Gran Melia.

“Saya tidak bisa membedakan mana anggota Peradi dan mana KAI. Semula, sekitar belasan orang dari KAI itu berorasi dan melakukan pelantikan dan pengangkatan sumpah di lobi,” kata Jenny.

Jenny mengatakan, acara pelantikan dan pengambilan sumpah Peradi yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB hingga kini belum digelar.

Baca Juga :